Senin, 01 Juni 2015

Filosofi Chocomint

            Sebulan ini aku begitu kecanduan dengan satu flavour entah itu ice cream, frappe ataupun milkshake, yaitu chocomint. Sebenarnya rasa ini bukan pendatang baru di lidahku, aku sudah suka dengan rasa ini sejak beberapa tahun yang lalu. Taste ini begitu unik untukku yang tidak bisa aku ungkapkan dengan sebuah kata-kata.
            Hingga dalam satu waktu, ketika aku mulai menyadari akan sebuah realita hidup, hidup itu bagaikan taste yang selama ini menjadi favoritku yaitu chocomint. Tidak selamanya manis namun juga pedas, karena ada beberapa masalah-masalah hidup yang mau tidak mau harus kita hadapi. Tapi, ketika dua rasa ini dikombinasikan, hasilnya adalah delicious, tidaklah “eneg”. Coba bayangkan, kalau hidup hanya manis-manis aja, lama-lama akan terasa “eneg”. Begitu juga sebaliknya.
            Bukannya aku penganut aliran, hidup itu indah karena ada masalah, sehingga meminta masalah terus menerus datang kepadaku. Aku juga masih merupakan manusia normal yang hidupnya ingin terus menerus indah dan menyenangkan, layaknya seorang putri di kerajaan. Hidup dikelilingi dengan kebahagiaan, kenyamanan, keajaiban dan kemudahan hanya dengan menjetikkan jari. Beberapa tahun lalu, aku pernah berada di posisi seperti itu dan itu memang menyenangkan, tidak ada air mata yang jatuh, tidak terlalu bekerja keras, tidak ada kekecewaan, dan yang ada hanyalah kebahagiaan.
Namun, sisi buruknya adalah…. Ketika aku harus dihadapkan dengan kenyataan hidup. Dimana aku hanya seorang diri, tidak ada orang di sekitarku, hanya ada aku, tembok kamar, langit-langit kamar dan bahkan di satu titik aku di posisi, semua orang mungkin menganggap aku tidak ada. Aku terguncang, tidak terima, tidak siap dan aku kecewa. Mengapa hidup, harus begini susahnya dan pahit. Mungkin lebih dari pahit, pedas. Karena terlalu pedasnya, membuat sakit, ngilu, selalu ingin marah, berteriak, menangis bahkan ingin rasanya lompat dan lari dari kenyataan ini.
Ku kira aku wanita paling kuat dan tegar, ternyata aku tidaklah berbeda seperti putri-putri kerajaan yang selalu dilindungi oleh prajuritnya, karena dia lemah, rapuh dan tidak berdaya. Bahkan untuk memutuskan bangkit dan memulai hidup kembali, tidak tahu harus seperti apa. Hingga, aku benci dengan diriku yang seperti itu dan aku belum terbiasa dengan pola serta kenyataan hidup ini. Satu hal lain adalah, aku terbiasa melihat air mataku jatuh yang tidak pernah habis, karena terbiasanya aku yang dulu dengan hidup manis.
Lambat laun, aku mulai terbiasa dan mengakui, ternyata kenyataan hidup itu tidak selamanya indah. Bahkan mungkin, untuk beberapa saat ini aku belum bisa melihat keindahannya. Awan gelap itu masih terlalu pekat dan tebal, untuk dilalui sebuah cahaya pengharapan yang hanya setitik kecil. Tapi, karena inilah, aku begitu senang dengan hujan, karena aku bisa melihat pelangi. Selesai hujan datang, selalu ada pelangi. Bahkan awan mendungpun, selalu ada silver linings. Itu pasti ada, yang dibutuhkan hanyalah menunggu dengan sabar.
            Tapi, satu hal yang aku syukuri adalah, entah kenapa aku merasa beruntung dan bersyukur, ditempa dengan sebegini menyakitkannya, hingga satu titik aku merasa lelah dan penat. Namun, jika aku bandingkan dengan diriku yang dulu, I feel like reborn. Aku jauh lebih menghargai hidup, jauh lebih menghargai kehadiran orang-orang di sekitarku, jauh lebih tahu tentang apa itu ketulusan, jauh lebih tegar dan kuat, tidak takut menghadapi masalah dan jauh lebih yakin, siapakah aku.
            Terlambat? Tidak!!! Seperti kata Disney, tidak pernah ada kata terlambat untuk merubah sesuatu. Aku bersyukur, diberikan banyak waktu untuk tidak terlalu sibuk seperti dulu, diberikan waktu untuk “break” beberapa saat, diberikan banyak waktu untuk sendiri, diberikan banyak waktu untuk di”jatuh”kan, diberikan banyak waktu untuk berefleksi, diberikan waktu yang berjalan begitu lambat dan diberikan banyak waktu untuk menata kembali rencana hidupku. Sehingga, aku bisa memberikan satu kesimpulan, hidup itu berwarna dan berasa seperti taste favoritku chocomint. Weird taste but delicious.
            Apa yang sudah terjadi entah itu manis ataupun pedas, tidak akan bisa terulang, bahkan ke depannya, kita tidak bisa meminta agar hidup kita selamanya manis. Yang bisa dilakukan hanyalah, terbukalah akan semua rasa hidupmu dan nikmati saja. Layaknya kita menikmati saat-saat kita makan ice cream dengan rasa yang sesuai favorit kita. Karena apapun rasanya, pasti akan terasa enak jika dinikmati dengan hati yang gembira. Seperti rasa favoritku, Chocomint, yang selalu bisa membuat hatiku menjadi lebih baik, dengan keunikan rasanya, yang sebenarnya tidaklah sinkron.