Senin, 15 Juni 2015

HE Leadeth Me Perfectly

Minggu kemarin, merupakan hari yang sungguh menyenangkan dan memberkatiku terutama untuk apa yang menjadi passionku sendiri yaitu menulis serta penyertaan Tuhan yang begitu sempurna dalam kehidupanku, terutama untuk keluargaku.
            Keputusanku untuk mengejar mimpiku yaitu menjadi seorang penulis, tentulah bukan perkara mudah, semudah ketika aku mulai merancang apa yang menjadi mimpi-mimpiku bahkan bucket listku, sebelum aku tidak bisa bernafas. Begitu banyak hal terjadi, entah itu dalam diriku sendiri, relasiku dengan orang lain, relasiku juga dengan Tuhan terutama relasiku sendiri dengan keluargaku.
            Sempat ingin menyerah akan mimpiku sendiri yang belum membuahkan hasil, karena juga merasa lelah, namun entah bagaimana caranya, Tuhan tetap bekerja dan terus mengingatkanku untuk terus saja berjalan dan percaya. Memang, fase-fase sebelum hari minggu kemarin adalah fase-fase terpahit dan menyedihkan dalam sepanjang hidupku. Namun, ada saja penghiburan-penghiburan yang Tuhan kirimkan untukku. Entah itu lewat ayat-ayat Saat Teduh, orang-orang yang Tuhan tempatkan, bacaan-bacaan yang aku baca, sahabat-sahabat yang selalu ada untukku, bahkan lagu-lagu yang terlintas di kepalaku ataupun yang sengaja aku dengarkan. Tidak hanya memberikan penghiburan bahkan penguatan untukku sendiri. Sekaligus, menyembuhkanku.
Dan, bersyukur sekali, aku semakin dikuatkan dan diyakinkan mengenai passionku sendiri yaitu menulis. Tuhan meyakinkanku untuk terus bertahan dan berjuang bersamaNya dengan memberiku berkat lewat setiap kesempatan-kesempatanku untuk berkarya entah itu menjadi editor, proyek novel kolaborasi, menuliskan content untuk tugas teman-teman bahkan karya tulisku yang akan kembali naik cetak. Sungguh menyenangkan dan mengharukan.
Hal yang paling membahagiakan adalah, Tuhan juga bekerja untuk keluargaku. Awalnya, mereka ingin sekali aku bisa bekerja sesuai dengan apa yang mereka mau. Hingga, akhirnya pada satu titik aku begitu jenuh dan sedih, bahkan berpengaruh akan kondisi hatiku sendiri. Fase itu membuatku begitu rapuh, sedih bahkan benar-benar putus asa, akan keadaanku sendiri. Bingung, apa yang harus aku lakukan, hingga sepanjang fase itu, aku menjadi begitu tidak stabil.
            Satu lagi pekerjaan Tuhan yang begitu menakjubkan, entah bagaimana caranya, Tuhan melembutkan hati kedua orangtuaku. Mereka mulai belajar untuk memahamiku dan begitu juga sebaliknya. Suasana keluargaku mulai membaik, bahkan mereka mulai mendukung apa yang menjadi mimpiku, hingga pekerjaan apa yang nantinya akan aku ambil. Pada akhirnya, aku bisa dengan bebas menceritakan, project apa saja yang sedang aku kerjakan bahkan rencana-rencana kedepanku seperti apa yang ingin aku ambil.
            Dalam hari Minggu kemarin ketika aku ibadah, bahkan dalam doa-doaku, aku terbuka, pada awalnya merasa lelah dan jenuh. Bahkan, aku ingin menyerah. Namun, berkali-kali aku berkata ingin menyerah, berulang kali juga DIA memintaku untuk diam dan bertahan, terus saja melihat apa yang Tuhan ingin kerjakan dalam kehidupanku. Meskipun, hingga detik ini Tuhan masih terus memprosesku, bahkan yang aku capai saat ini belumlah semua. Namun, aku bersyukur akan setiap kesempatan yang kini ada di tanganku saat ini. Dan melalui firman Tuhan dan juga lagu-lagu pujian yang aku nyanyikan, DIA selalu berkata bahwa, DIA akan terus turun tangan untuk menolongku berjuang dalam meraih impianku. Karena DIA ingin terus mengajariku, karena Tuhan yang memberikan impian, talent bahkan kesempatan yang ada, DIA ingin juga, aku meraih impianku bersama Tuhan juga.
Puncak ucapan syukurku adalah ketika hari Minggu kemarin aku bisa mendengarkan sharing dari salah satu idolaku yang menginspirasiku untuk terus menulis, yaitu Pongki Barata. Dimana, dia begitu semangat dan terus mengambil begitu banyak cara, untuk bisa terus bertahan menjadi musisi. Bahkan, cara-cara dia untuk menulis lagu yang tidak hanya indah namun hingga detik ini, masih enak untuk didengarkan. Bahkan hal yang makin membuatku kagum adalah, dia memiliki prinsip yang sama denganku akan sebuah kesuksesan dalam berkarya, bukanlah tentang uang namun bagaimana karyamu bisa menginspirasi bahkan menjadi berkat untuk orang lain. Wuahh…. Itu semakin membuatku semangat dan termotivasi, untuk terus berkarya. Thanks for sharing, Kak Pongki.
            Selesai acara itu dan akan kesempatan-kesempatan yang Tuhan berikan, aku semakin yakin akan apa yang menjadi passionku yaitu, menulis. Entah itu menjadi screenwriter, songwriter, novelist, penulis buku, editor, ghostwriter, atau penulis artikel, maupun blogger, itu bukanlah masalah. Namun, yang aku yakini adalah, apapun medianya ataupun profesinya, disana aku bisa menuliskan segala hal dan apapun yang aku mau, dan tulisanku bisa menginspirasi banyak orang.

            Dua minggu yang meletihkan, namun aku belajar satu hal yaitu, When I ask HIM to lead me, HE leadeth me perfectly and amazingly. Thanks God J