Minggu
kemarin, merupakan hari yang sungguh menyenangkan dan memberkatiku terutama
untuk apa yang menjadi passionku sendiri yaitu menulis serta penyertaan Tuhan
yang begitu sempurna dalam kehidupanku, terutama untuk keluargaku.
Keputusanku untuk mengejar mimpiku
yaitu menjadi seorang penulis, tentulah bukan perkara mudah, semudah ketika aku
mulai merancang apa yang menjadi mimpi-mimpiku bahkan bucket listku, sebelum aku tidak bisa bernafas. Begitu banyak hal
terjadi, entah itu dalam diriku sendiri, relasiku dengan orang lain, relasiku
juga dengan Tuhan terutama relasiku sendiri dengan keluargaku.
Sempat ingin menyerah akan mimpiku
sendiri yang belum membuahkan hasil, karena juga merasa lelah, namun entah
bagaimana caranya, Tuhan tetap bekerja dan terus mengingatkanku untuk terus
saja berjalan dan percaya. Memang, fase-fase sebelum hari minggu kemarin adalah
fase-fase terpahit dan menyedihkan dalam sepanjang hidupku. Namun, ada saja
penghiburan-penghiburan yang Tuhan kirimkan untukku. Entah itu lewat ayat-ayat
Saat Teduh, orang-orang yang Tuhan tempatkan, bacaan-bacaan yang aku baca,
sahabat-sahabat yang selalu ada untukku, bahkan lagu-lagu yang terlintas di
kepalaku ataupun yang sengaja aku dengarkan. Tidak hanya memberikan penghiburan
bahkan penguatan untukku sendiri. Sekaligus, menyembuhkanku.
Dan,
bersyukur sekali, aku semakin dikuatkan dan diyakinkan mengenai passionku
sendiri yaitu menulis. Tuhan meyakinkanku untuk terus bertahan dan berjuang
bersamaNya dengan memberiku berkat lewat setiap kesempatan-kesempatanku untuk
berkarya entah itu menjadi editor, proyek novel kolaborasi, menuliskan content untuk tugas teman-teman bahkan
karya tulisku yang akan kembali naik cetak. Sungguh menyenangkan dan
mengharukan.
Hal
yang paling membahagiakan adalah, Tuhan juga bekerja untuk keluargaku. Awalnya,
mereka ingin sekali aku bisa bekerja sesuai dengan apa yang mereka mau. Hingga,
akhirnya pada satu titik aku begitu jenuh dan sedih, bahkan berpengaruh akan
kondisi hatiku sendiri. Fase itu membuatku begitu rapuh, sedih bahkan
benar-benar putus asa, akan keadaanku sendiri. Bingung, apa yang harus aku
lakukan, hingga sepanjang fase itu, aku menjadi begitu tidak stabil.
Satu lagi pekerjaan Tuhan yang
begitu menakjubkan, entah bagaimana caranya, Tuhan melembutkan hati kedua
orangtuaku. Mereka mulai belajar untuk memahamiku dan begitu juga sebaliknya.
Suasana keluargaku mulai membaik, bahkan mereka mulai mendukung apa yang
menjadi mimpiku, hingga pekerjaan apa yang nantinya akan aku ambil. Pada
akhirnya, aku bisa dengan bebas menceritakan, project apa saja yang sedang aku kerjakan bahkan rencana-rencana
kedepanku seperti apa yang ingin aku ambil.
Dalam hari Minggu kemarin ketika aku
ibadah, bahkan dalam doa-doaku, aku terbuka, pada awalnya merasa lelah dan
jenuh. Bahkan, aku ingin menyerah. Namun, berkali-kali aku berkata ingin
menyerah, berulang kali juga DIA memintaku untuk diam dan bertahan, terus saja
melihat apa yang Tuhan ingin kerjakan dalam kehidupanku. Meskipun, hingga detik
ini Tuhan masih terus memprosesku, bahkan yang aku capai saat ini belumlah
semua. Namun, aku bersyukur akan setiap kesempatan yang kini ada di tanganku
saat ini. Dan melalui firman Tuhan dan juga lagu-lagu pujian yang aku
nyanyikan, DIA selalu berkata bahwa, DIA akan terus turun tangan untuk menolongku
berjuang dalam meraih impianku. Karena DIA ingin terus mengajariku, karena
Tuhan yang memberikan impian, talent
bahkan kesempatan yang ada, DIA ingin juga, aku meraih impianku bersama Tuhan
juga.
Puncak
ucapan syukurku adalah ketika hari Minggu kemarin aku bisa mendengarkan sharing
dari salah satu idolaku yang menginspirasiku untuk terus menulis, yaitu Pongki
Barata. Dimana, dia begitu semangat dan terus mengambil begitu banyak cara,
untuk bisa terus bertahan menjadi musisi. Bahkan, cara-cara dia untuk menulis
lagu yang tidak hanya indah namun hingga detik ini, masih enak untuk
didengarkan. Bahkan hal yang makin membuatku kagum adalah, dia memiliki prinsip
yang sama denganku akan sebuah kesuksesan dalam berkarya, bukanlah tentang uang
namun bagaimana karyamu bisa menginspirasi bahkan menjadi berkat untuk orang
lain. Wuahh…. Itu semakin membuatku semangat dan termotivasi, untuk terus
berkarya. Thanks for sharing, Kak
Pongki.
Selesai acara itu dan akan
kesempatan-kesempatan yang Tuhan berikan, aku semakin yakin akan apa yang
menjadi passionku yaitu, menulis. Entah itu menjadi screenwriter, songwriter, novelist, penulis buku, editor, ghostwriter, atau penulis
artikel, maupun blogger, itu bukanlah
masalah. Namun, yang aku yakini adalah, apapun medianya ataupun profesinya,
disana aku bisa menuliskan segala hal dan apapun yang aku mau, dan tulisanku
bisa menginspirasi banyak orang.
Dua minggu yang meletihkan, namun
aku belajar satu hal yaitu, When I ask
HIM to lead me, HE leadeth me perfectly and amazingly. Thanks God J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar