Sejak
aku menginjakkan kembali kakiku di Surabaya, bulan lalu. Begitu banyak
orang-orang yang pergi dari Surabaya, entah itu untuk bekerja, pelayanan,
pulang kampung bahkan juga untuk kuliah lanjut. Dan, orang-orang itu adalah, orang-orang terdekatku, bahkan mereka yang pernah ikut terlibat dalam proses
hidupku. Kami mungkin tidak bersama setiap hari, tidak berkomunikasi secara
rutin, tidak bisa bertemu setiap saat. Tapi apa yang mereka telah goreskan
dalam buku kehidupanku, itulah yang melekat dan teringat, selama aku masih
bernafas. Kenangan itulah, yang tidak bisa dibeli oleh uang. Meskipun, mungkin
ketika kami bersama, kami pasti mengeluarkan uang, namun apa yang melekat di hati
itulah, yang tidak bisa digantikan oleh uang.
Apa
yang aku rasakan? Nano-nano… bahagia karena akhirnya mereka bisa mengerjakan
apa yang telah menjadi keinginannya selama aku mengenalnya. Sedih karena tidak
akan mungkin bisa bertemu kembali. Kecewa karena aku tidak sempat menghabiskan
hari lebih banyak dengan mereka dan mungkin bisa sedikit iri, karena aku masih
tertinggal disini dengan segala mimpiku. Tapi, aku juga memiliki suatu rasa pengharapan, suatu saat nanti
kami pasti bisa bertemu kembali, dengan berbagi cerita yang jauh lebih
menyenangkan dan membahagiakan hati. Karena Tuhan telah memproses mereka, di
tempat yang baru.
Satu
hal lagi yang ku pelajari adalah, kehilangan mungkin salah satu pengajaran
dalam kehidupan yang mampu mengingatkan kita, betapa berartinya orang-orang
tersebut dalam kehidupan kita. Ketika orang itu pergi, kenangan yang mereka
torehkan itulah yang tertinggal dalam hidup kita. Dan ketika kita mengenangnya,
selalu saja ada hal-hal yang kita syukuri. Bayangkan saja, apakah tanpa mereka,
kehidupan yang kita miliki apakah akan berwarna seperti ini? Belum tentu
berwarna, bukan? Karena merekalah, hidup kita menjadi berwarna. Entah, warna
apapun itu. Karena proses hidup lewat orang-orang sekitar kita, tidak selamanya
harus indah? Proses yang Tuhan izinkan terjadi lewat orang-orang sekitar kita,
bisa juga berwarna kelabu, namun pasti ada pelajaran dan makna, yang bisa kita
pelajari. Ku rasa itulah, yang berharga.
Namun,
apakah kita harus mengalami kehilangan terlebih dahulu, untuk membuat orang itu
berarti? Ku rasa tidak… Tuhan memberikan nafas hidup untuk kita tiap hari dan
waktu untuk mengerjakan segala sesuatunya, hal-hal itulah yang bisa kita jadikan kesempatan, untuk menciptakan kenangan-kenangan sebanyak mungkin, sebelum kita tidak bisa
memiliki waktu untuk bertemu kembali. Karena, kehilangan dan penyesalan, adalah
moment hidup yang cukup menyakitkan,
apalagi kita sebelumnya tidak sempat menghabiskan waktu yang berkualitas dengan
mereka. Dan sekali lagi, kenangan itulah yang dunia tidak bisa berikan. Karena,
kenangan itu, urusannya dengan hati secara personal dan bukan materi.
Apalah
arti memiliki dunia, namun dalam hati kita tidak memiliki siapa-siapa. Karena
berkat “siapa-siapa” itulah kita bisa memiliki dunia. Mereka yang senantiasa
mendukung kamu, mungkin tidak sepenuhnya dalam materi, tapi menyediakan bahu
untuk menyandarkan segala beban di hati, hati untuk terus menerus tulus mendukung
dan juga menegur, air mata yang juga turut mengalir ketika kamu terjatuh, senyuman
ketika kamu berhasil, bibir untuk terus menerus mendoakan dan juga memberikan
nasihat, bahkan kaki untuk melangkah bersama ketika kita takut untuk melangkah
sendiri.
Ku
rasa, itu jauh lebih berharga dibandingkan apa yang ditawarkan oleh dunia saat
ini. Materi, tahta, jabatan, fasilitas supermewah, mungkin bahkan kesempatan
untuk berkeliling dunia. Uang mungkin bisa membeli segalanya yang kelihatan,
namun kesempatan untuk merasa dicintai dan disayangi oleh orang-orang yang ada
di sekitar kita, tidak bisa dibeli oleh uang. Mengapa? Karena itu adalah
anugerah dan hadiah yang diberikan oleh Tuhan dalam perjalanan kehidupan kita.
Jadi,
bersyukurlah akan orang-orang sekitarmu dengan memberikan waktu-waktu berharga
kita untuk mereka. Karena, waktu itu terus berjalan maju, musim terus berganti
dan kehidupan ini singkat. Kita tidak akan pernah tahu, sampai kapan mereka ada
dan bisa terus bersama kita. Janganlah sampai, ucapan sampai jumpa kita,
diiringi dengan sesal. Biarlah ucapan sampai jumpa kita, diiringi dengan senyuman
kebahagiaan dan harapan, untuk bisa bertemu kembali.
Thank you for all my friend to give
another colour in my life…I always hope can see you again…Good luck, wherever
you are now. Love you all.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar