Senin, 08 Juni 2015

My Thought about farewell

Sejak aku menginjakkan kembali kakiku di Surabaya, bulan lalu. Begitu banyak orang-orang yang pergi dari Surabaya, entah itu untuk bekerja, pelayanan, pulang kampung bahkan juga untuk kuliah lanjut. Dan, orang-orang itu adalah, orang-orang terdekatku, bahkan mereka yang pernah ikut terlibat dalam proses hidupku. Kami mungkin tidak bersama setiap hari, tidak berkomunikasi secara rutin, tidak bisa bertemu setiap saat. Tapi apa yang mereka telah goreskan dalam buku kehidupanku, itulah yang melekat dan teringat, selama aku masih bernafas. Kenangan itulah, yang tidak bisa dibeli oleh uang. Meskipun, mungkin ketika kami bersama, kami pasti mengeluarkan uang, namun apa yang melekat di hati itulah, yang tidak bisa digantikan oleh uang.
Apa yang aku rasakan? Nano-nano… bahagia karena akhirnya mereka bisa mengerjakan apa yang telah menjadi keinginannya selama aku mengenalnya. Sedih karena tidak akan mungkin bisa bertemu kembali. Kecewa karena aku tidak sempat menghabiskan hari lebih banyak dengan mereka dan mungkin bisa sedikit iri, karena aku masih tertinggal disini dengan segala mimpiku. Tapi, aku juga memiliki suatu rasa pengharapan, suatu saat nanti kami pasti bisa bertemu kembali, dengan berbagi cerita yang jauh lebih menyenangkan dan membahagiakan hati. Karena Tuhan telah memproses mereka, di tempat yang baru.
Satu hal lagi yang ku pelajari adalah, kehilangan mungkin salah satu pengajaran dalam kehidupan yang mampu mengingatkan kita, betapa berartinya orang-orang tersebut dalam kehidupan kita. Ketika orang itu pergi, kenangan yang mereka torehkan itulah yang tertinggal dalam hidup kita. Dan ketika kita mengenangnya, selalu saja ada hal-hal yang kita syukuri. Bayangkan saja, apakah tanpa mereka, kehidupan yang kita miliki apakah akan berwarna seperti ini? Belum tentu berwarna, bukan? Karena merekalah, hidup kita menjadi berwarna. Entah, warna apapun itu. Karena proses hidup lewat orang-orang sekitar kita, tidak selamanya harus indah? Proses yang Tuhan izinkan terjadi lewat orang-orang sekitar kita, bisa juga berwarna kelabu, namun pasti ada pelajaran dan makna, yang bisa kita pelajari. Ku rasa itulah, yang berharga.
Namun, apakah kita harus mengalami kehilangan terlebih dahulu, untuk membuat orang itu berarti? Ku rasa tidak… Tuhan memberikan nafas hidup untuk kita tiap hari dan waktu untuk mengerjakan segala sesuatunya, hal-hal itulah yang bisa kita jadikan kesempatan, untuk menciptakan kenangan-kenangan sebanyak mungkin, sebelum kita tidak bisa memiliki waktu untuk bertemu kembali. Karena, kehilangan dan penyesalan, adalah moment hidup yang cukup menyakitkan, apalagi kita sebelumnya tidak sempat menghabiskan waktu yang berkualitas dengan mereka. Dan sekali lagi, kenangan itulah yang dunia tidak bisa berikan. Karena, kenangan itu, urusannya dengan hati secara personal dan bukan materi.
Apalah arti memiliki dunia, namun dalam hati kita tidak memiliki siapa-siapa. Karena berkat “siapa-siapa” itulah kita bisa memiliki dunia. Mereka yang senantiasa mendukung kamu, mungkin tidak sepenuhnya dalam materi, tapi menyediakan bahu untuk menyandarkan segala beban di hati, hati untuk terus menerus tulus mendukung dan juga menegur, air mata yang juga turut mengalir ketika kamu terjatuh, senyuman ketika kamu berhasil, bibir untuk terus menerus mendoakan dan juga memberikan nasihat, bahkan kaki untuk melangkah bersama ketika kita takut untuk melangkah sendiri.
Ku rasa, itu jauh lebih berharga dibandingkan apa yang ditawarkan oleh dunia saat ini. Materi, tahta, jabatan, fasilitas supermewah, mungkin bahkan kesempatan untuk berkeliling dunia. Uang mungkin bisa membeli segalanya yang kelihatan, namun kesempatan untuk merasa dicintai dan disayangi oleh orang-orang yang ada di sekitar kita, tidak bisa dibeli oleh uang. Mengapa? Karena itu adalah anugerah dan hadiah yang diberikan oleh Tuhan dalam perjalanan kehidupan kita.
Jadi, bersyukurlah akan orang-orang sekitarmu dengan memberikan waktu-waktu berharga kita untuk mereka. Karena, waktu itu terus berjalan maju, musim terus berganti dan kehidupan ini singkat. Kita tidak akan pernah tahu, sampai kapan mereka ada dan bisa terus bersama kita. Janganlah sampai, ucapan sampai jumpa kita, diiringi dengan sesal. Biarlah ucapan sampai jumpa kita, diiringi dengan senyuman kebahagiaan dan harapan, untuk bisa bertemu kembali.
Thank you for all my friend to give another colour in my life…I always hope can see you again…Good luck, wherever you are now. Love you all.