Sabtu, 02 Mei 2015

Jika

            Jika aku bisa terlahir kembali….
            Aku tetap ingin dengan orangtuaku yang sekarang
            Aku tetap ingin dengan teman-temanku yang saat ini ada di sisiku
            Aku tetap ingin memiliki talenta yang saat ini aku miliki
            Aku tetap ingin dengan kondisi keluarga yang saat ini, tidak berkekurangan
            Aku tetap ingin bisa bermimpi dan menyenangkan hati banyak orang
           
            Jika aku bisa terlahir kembali….
            Aku tidak ingin pindah dari Surabaya ketika SMA
            Aku tidak ingin memilih jurusan yang aku pernah ambil
            Aku tidak ingin hanya sekedar menjadi patuh
            Aku tidak ingin tidak bisa bersuara
            Aku tidak ingin lulus tepat waktu, mungkin.

            Jika aku bisa terlahir kembali…
            Aku ingin meminta dia tetap hidup
            Aku ingin meminta agar aku bisa dimengerti sekali saja
            Aku ingin meminta agar aku bisa menata hidupku sendiri
            Aku ingin meminta agar aku sepenuhnya bebas
            Aku ingin meminta agar aku bisa sedikit egois

            Jika aku bisa terlahir kembali…
            Aku tidak perlu memiliki rasa takut untuk menceritakan mimpiku
            Aku tidak perlu ragu untuk mengambil hal yang harusnya aku ambil
            Aku tidak perlu ragu untuk mengutarakan kemana aku ingin berkuliah
            Aku tidak perlu melupakan dan mengubur rapat mimpiku
            Aku tidak perlu takut untuk memilih apa yang aku mau.
           
            Namun….
            Itu hanya sebuah kata “jika” sebuah kata yang sifatnya bisa terjadi bahkan mungkin tidak akan mungkin terjadi. Hanya sebuah kata, untuk memanggil masa lalu yang sekiranya pahit dirasa. Hanya sebuah kata untuk menghibur diri, dikala merasa terpuruk, karena apa yang diinginkan telah terlambat untuk dijangkau.
            Bukannya aku tidak bersyukur dengan hidup dan diriku saat ini, hanya saja….
Lima tahun mungkin bahkan lebih, aku hidup menjadi anak yang patuh bahkan mungkin terlalu patuh, hingga aku tidak bisa dan tidak berani untuk menampilkan siapa aku yang sebenarnya, termasuk impianku. Tidak berani menceritakan mimpiku, menunjukan karyaku, menulis dikala orang tidak tahu, hingga berpura-pura menjadi amnesia untuk bisa mengikari mimpiku ini.
            Aku hanya merasa iri dan juga termotivasi…..
Diluar hidupku, aku melihat banyak orang bisa bebas meraih dan menata hidupnya sendiri, termasuk mimpinya. Aku bahkan tidak tahu, apakah orangtuaku mendukung aku jika aku benar-benar nekat untuk menjadi penulis. Menjadi penulis yang ingin menggerakkan orang lain untuk bisa bermimpi setinggi-tingginya tanpa perlu malu dan takut untuk menunjukkan ke dunia. Karena aku tahu, hidup ini hanya sekali dan aku tidak ingin meninggal dengan penyesalan.
            Mimpiku, ya….mimpiku yang indah, idealis, besar dan mungkin sangat kecil untuk terjadi…
Karena aku mengalami masa kecil yang indah dan aku selalu peraya bahwa hidup ini sangatlah indah, maka aku ingin memiliki mimpi yang indah, sehingga aku bisa mengubah dunia ini menjadi lebih indah, karena dengan memiliki impian, hidupmu akan menjadi lebih indah.
            Dan aku pernah mengalaminya, menghidupi impian itu sangatlah indah. Mengubur impian, sangatlah menyakitkan. Aku tidak lagi ingin merasa sakit dan meratapi hal yang akan aku sesali nantinya. Aku tidak ingin menambah masa terpenjara, aku hanya ingin menambah waktu untuk bisa hidup layaknya burung yang bebas terbang kemana mereka mau. Hingga, waktunya nanti aku benar-benar pulang ke sangkar dengan rasa benar-benar bahagia.

            Bukannya aku tidak ingin menjadi anak yang patuh dan tidak sedikitpun aku ingin mengecewakan hati orang-orang yang berharap banyak kepadaku. Dan pada dasarnya, aku bukan Tuhan, aku memang tidak akan bisa menyenangkan hati semua orang, karena hidup ini adalah tentang memilih. Aku hanya rindu, bisa menikmati hidup sesuai mauku dan mimpiku. Karena, aku tahu, aku tidak akan pernah tahu sampai kapan aku bisa bernafas. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar