Efesus 3:20 “Bagi Dialah, yang dapat
melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti
yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,”
Allah
menciptakan kita di dunia ini, tidak mungkin tanpa suatu alasan. Disediakan
olehNya, segala hal di sekeliling kita, mulai dari tempat kita berpijak, alam,
hewan-hewan, bahkan akal budi. Jika tidak memiliki sebuah makna, maka mungkin
semuanya itu tidak akan ada untuk kita. Lalu, apa tujuan Allah menciptakan
semua itu? Tuhan menciptakan semua itu untuk mendukung pekerjaan Allah di muka
bumi ini.
Dan
yang menjadi pertanyaannya adalah, bagaimana caranya kita mendukung pekerjaan
Allah di muka bumi ini? Salah satu cara yang paling nyata adalah berkaryalah untuk
Tuhan lewat segala hal yang sudah dipercayakan Tuhan kepada kita. Mulailah
dengan memiliki impian. Bermimpilah dan raihlah semua impian kita, bersama
Tuhan.
Apa pandangan orang tentang impian?
Kita
semua pasti pernah bermimpi di kala tertridur, bukan? Entah mimpi yang baik
atau yang buruk. Atau mungkin mimpi yang aneh-aneh. Tetapi kalau di tanya
tentang impian? Apakah semua orang memiliki impian? Mungkin, tidak banyak orang
yang memiliki impian. Ada beberapa orang yang menganggap bahwa, hidup itu dijalani
saja, ikuti arus saja, yang penting bisa mendapatkan pekerjaan, mendapatkan
gaji, hidup bahagia, bisa beli ini itu dan disenangi oleh orang banyak.
Namun,
ketika manusia dipercayakan oleh Tuhan untuk hidup di muka bumi ini, hingga
tenggat waktu tertentu, rasanya akan sia-sia sekali jika kita tidak memiliki
suatu tujuan hidup. Akan sangat sayang sekali, ketika Tuhan sudah menciptakan
kita dengan akal budi, dan tidak kita manfaatkan untuk membuat hidup kita
semakin “seru” dan “berwarna” dengan satu impian.
Ketika
di sekolah, mulai dari TK hingga kuliah kita selalu dipertanyakan “impianmu apa
sih?” pasti akan ada yang menjawab “aku mau jadi dokter, bu guru,” ada yang
menjawab “aku mau jadi penyanyi,” ada juga yang menjawab “aku mau jadi
presiden,”
Dan
jika kita sadari dan tarik kembali, para orang tua kita berusaha untuk membiayai
kita bersekolah hingga tingkat tertentu, pasti memiliki harapan, anaknya akan
sukses dan berhasil di bidangnya masing-masing. Menyentuh hati sekali, bukan?
Jadi, ketika orang lain memiliki impian untuk kita, mengapa kita tidak?
Sebuah Kisah
Ada satu mahasiswa baru, yang
memasuki dunia kampus, dengan wajah yang cemberut dan tatapan kosong. Dira yang
merupakan kakak kelas di kampus tersebut, menghampiri anak itu untuk berbicara
sejenak. Dia bertanya kepada mahasiswa baru tersebut, mengapa wajahnya begitu
cemberut. Mahasiswa baru tersebut yang bernama Ricky, berkata bahwa dia merasa
malas untuk kuliah karena merasa kuliah itu tidak ada gunanya untuk hidupnya,
karena untuk apa kuliah jika dia sudah pasti akan diwariskan perusahaan oleh
orangtuanya. Diapun kuliah, hanya untuk sekedar menambah gelar dan ikut-ikutan
teman. Dia tidak ingin terkena malu, karena tidak punya gelar sarjana. Jadi,
ketika dia sudah merasa malas, hal yang akan dilakukan adalah membolos kuliah
dan pergi. Dia akan belajar, hanya ketika akan ujian.
Hasil yang didapat adalah, nilainya tidak
maksimal. Lulus kuliah hanya sekedar lulus, dan apa yang sudah diajarkan
menguap begitu saja layaknya angin. Puluhan juta dana pendidikan yang
dikeluarkan, sia-sia begitu saja.
Buatlah
hidup kita makin berwarna dengan impian
Entah
kita sadari atau tidak sadari, hidup itu tidak seru kalau tidak ada tantangan,
dan hidup juga akan terasa biasa saja kalau tidak punya impian. Kalau di jalan
ada papan penunjuk arah, sama halnya dengan impian, impian itu bagaikan papan
penunjuk arah, yang menuntun kita dalam berjalan. Mungkin ada sebagian yang
berkata, meski tidak memiliki impian, kita masih bisa hidup dan bernafas.
Pendapat tersebut, ada benarnya jika direnungkan. Dan, hidup kita terlalu
singkat dan hidup kita terlalu berharga, jika tidak diisi dengan hal-hal yang
berarti, dan dijalani dengan biasa-biasa saja tanpa impian. Tuhan telah
memberikan kita kemampuan, kekreatifan dan beragam ladang pelayanan untuk
dikerjakan. Hal inilah yang harus kita manfaatkan. Bagaimana kita bisa
memanfaatkannya? Berawal dari impian kita. Impian kita yang akan menuntun kita
kemana kita akan melangkah untuk mewujudkan dan mengembangkan talenta kita.
Impian
kita tidak perlu “besar” ataupun “wah.” Meski impian kita sederhana, tidak
se’wah’ orang lain, tapi impian kita bisa memberkati orang lain, itu akan jauh
lebih berarti. Tidak ada mimpi yang sederhana tidak ada mimpi yang mewah, namun yang ada adalah, impian kita apakah bisa
menjadi berkat bagi orang lain? Apakah bisa menjadi dampak yang positif bagi
orang lain? itulah yang harus direnungkan. Jika kita tarik kembali mengenai
natur manusia, manusia adalah mahkluk sosial yang hidup dengan orang lain. Akan
sangat egois jika, impian kita tidak bisa menjadi berkat untuk orang lain.
Karena kembali lagi, kita sudah diberkati maka kita harus bisa menjadi berkat
untuk orang lain. Salah satunya lewat impian kita.
Raihlah impian kita bersama Tuhan
Jadi,
kalau ada yang bilang tidak perlu memiliki impian yang tinggi, dan untuk apa
kita bermimpi. Justru kita harus bersyukur kita punya impian, terlebih lagi
jika impian kita berdampak positif untuk orang lain, karena kita menghargai
kehidupan dan waktu hidup kita di dunia. Dan impian kita juga bisa sebagai,
salah satu bentuk ucapan syukur kita kepada sang Empunya hidup, karena tidak
mungkin kita ada di dunia ini tanpa ada tujuan. Dan tujuan hidup kita adalah
impian kita.
Bermimpilah setinggi-tingginya
dan tentu saja dengan hikmat Tuhan, raihlah itu dengan pertolongan dari Tuhan
kita. Tidak perlu untuk takut bermimpi ataupun tidak bisa mewujudkan impian
kita, karena kita memiliki Allah yang mampu melakukan segala hal melebihi apa
yang kita inginkan dan impikan. Karena DIA adalah Allah yang berkuasa dan
selalu memberikan yang terbaik untuk hidup kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar