Agustus
tahun lalu, seorang teman merekomendasikan kepadaku sebuah film yang berjudul Silver Linings yang bercerita tentang
seorang pemuda dan pemudi yang berjuang dengan latar belakang yang berbeda,
untuk memenuhi impiannya, di balik keterbatasannya. Film itu meskipun, memiliki
banyak kata-kata kasar untuk beberapa dialog, namun ketika kita melihatnya
baik-baik, memiliki banyak pesan manis yang sangat mengugah hati dan bahkan
emosi, untuk terus memiliki harapan walaupun hanya seberkas titik kecil.
Sampai pagi, iya….sampai pagi aku
dan dia mendiskusikan value ini, value yang sebenarnya tidaklah baru,
namun value ini membuka pandangan dan
caraku untuk terus melanjutkan impian, yang sempat aku pendam beberapa lama. Dan,
ini memberiku banyak harapan bahkan idealisme yang baru, untuk aku
memperjuangkan impianku bahkan passionku, di tulis menulis. Dan, aku menjadi
begitu bersemangat dan optimis, untuk merancang strategi baru.
Tiga bulan setelah kami bertemu, aku
benar-benar merasakan dan mendapati banyak silver
linings, bahkan untuk project
film kamipun, baik aku maupun dia, menemukan banyak silver linings bahkan arah hidup kami, perlahan-lahan berubah,
khususnya aku, aku yang dulu hanya ingin menjadi penulis cerita dan novel romance yang biasa, tetapi aku
tahu, penulis seperti itu emang udah banyak dan udah biasa, kenapa enggak, aku
memanfaatkan passionku ini untuk menciptakan sebuah karya humanis, inspiring
dan itu bisa memiliki dampak positif untuk banyak orang. Screenwriter, yes…mimpi besarku adalah menjadi penulis naskah dan
Riri Riza adalah role modelku, untuk itu.
Setelah film project kami selesai, kamipun kembali ke dunia kami masing-masing
dan melanjutkan kehidupan, yang diharapkan kami masih terus berkarier dan
menata jalan kami untuk meraih mimpi-mimpi kami. Aku sendiri, mencari banyak
pintu untuk meraih impianku ini dan aku menemukan salah satu pintu yaitu pitching forum, ujungnya adalah kami
bisa membuat sebuah film pendek, yang akan ditayangkan di rangkaian acara movie
day XXI festival, dengan membuat synopsis
film pendek. Bertemulah kami sekali lagi, untuk mengerjakan dan diharapkan
dengan ini, kami bisa membuka satu pintu, untuk menuju impian kami.
Namun
sayangnya, kami gagal bahkan lomba film pendekpun, gagal. Sedangkan, aku
memiliki resolusi, tahun depan aku bisa memiliki sebuah jalan, untuk menggapai
impianku menjadi seorang penulis naskah. Memang hidup, tidak selamanya
memberikanmu kemudahan, walaupun kamu sudah berada di jalur yang benar. Dan,
marilah membuat planning baru….
Semakin
hari, kadang aku semakin terlupa untuk terus berkaca dan melihat sisi indah
dibalik sebuah kegagalan. Hari-hari yang aku jalani, kadang membuatku berasa
berat dan melelahkan, bahkan pedih. Hingga, aku kehilangan identitas asliku seperti
apa, yang dulu aku suka menebarkan virus semangat dan harapan, mungkin aku
tetap menuliskannya, namun hatiku merasa hambar, bahkan ketika aku menuliskan
tulisan ini, di hari yang bertepatan dengan bertambahnya usiaku, akupun tetap
merasakan hambar. Senang, sukacita, mungkin aku rasakan namun hanya sepintas
lalu pergi.
Pernah
aku memutuskan, untuk tidak menulis dan berhenti memimpikan menjadi penulis,
jalani saja apa adanya, kalau ada kesempatan ambillah. Akupun mengikuti arus
tersebut, namun hati ini tidak bisa dibohongi, udah sakit aku malah semakin
sakit. Setiap jalan yang aku rintis, satu demi satu hilang, dan aku merasa stuck, bingung mau kemana. Aku ingin
pergi ke satu tempat yang seharusnya, namun jalanku untuk menuju itu sudah
rubuh. Ingin berbalik, tetapi aku akan menjauhi, ingin mendekati, there’s no way!!!!
Sisi
melanku, sepertinya semakin berkembang…..seperti kata salah satu temanku,
menjadi rapuh bahkan down. Hingga
puncaknya, aku menghapus Silver Linings-ku
dan aku menjalani hidup dengan mengikuti arus. Namun, ketika aku berada di
puncak itu, sebuah halilintar menerjangku, aku ditampar dengan begitu kerasnya,
hingga aku menangis, karena aku berhenti untuk percaya dan berharap. Sakit,
tapi aku jadi sadar. Aku jadi sadar kembali, untuk apa aku menjadi penulis,
mengapa aku terus menulis, dan yang terpenting adalah mimpi serta passion. Satu
hal yang selalu dikumandangkan ke aku, “Ini kah, yang namanya calon penulis yang
ingin menginspirasi, untuk terus mengejar mimpi?” aku hanya bisa diam
dan, ya, kalau aku berani bermimpi dan selangkah untuk mewujudkannya, aku harus
bisa menyelesaikannya. Karena mimpi dan passion ini, tidaklah murah….mahal
sekali harganya dan membutuhkan banyak hal untuk mewujudkannya, bahkan harus
mengorbankan banyak hal sekalipun. Tidak semua orang, bisa tahu passionnya apa
dan hidupnya menjadi nggak bermakna, jadi ketika kita punya passion, apa iya
kita mau jadi nggak bermakna, hidupnya?
Aku
terhibur dengan, satu artikelku sudah publish
dan akan publish di bulan April,
serta hasil keisengan dan kerinduanku akan lomba, aku akan mengikuti lomba yang
diharapkan dapat membantuku, untuk membuka jalan menuju impianku yaitu menjadi
seorang penulis. Tidak hanya dihibur lewat hasil karya dan lomba, beberapa hari
ini aku selalu diingatkan tentang harapan, janji, menjadi kuat, tabah, tegar
dan yang terpenting tidak berhenti untuk berjuang. Beberapa temanku, juga tidak
pernah lelah untuk bisa terus melihat hasil karyaku, bahkan untuk novel atau
mungkin film. Karena mereka percaya, aku bisa.
Di
kala aku semakin dikuatkan kalau aku bisa, itu tak ayal, juga membutuhkan
banyak effort dariku, entah itu
tenaga, uang, keringat, pikiran, jam tidur bahkan aku harus keluar dari zona
nyamanku, kepalaku yang terus pening, mata yang semakin bengkak, bahkan mungkin
nggak sepaham dengan orangtua, itu harus aku jalani, mau tidak mau. Aku yang
sebenarnya adalah pecinta damai, yang ingin selalu damai, nggak bisa selamanya
akan terus begitu.
Berkaca dari teman seperjuangku untuk meraih
mimpi, dia memiliki passion yang kuat, daya juang yang kuat, meskipun dia harus
mengalami hal yang mungkin nggak enak, tetapi dia nggak perduli, dia harus bisa
mewujudkan impiannya. Iri banget, dia bisa berkarakter seperti itu dan aku
nggak ingin mengulang kesalahanku untuk ke dua kali, sudah cukup hampir empat
tahun, aku terperangkap di lubang yang salah, ketika saat ini aku bisa memiliki
banyak kesempatan untuk memilih dan merencanakan, aku ingin memanfaatkan itu.
Kini,
aku memasang statusku kembali dan berharap, aku bisa kembali mengalami Silver
Linings serta mengerjakan passionku kembali, seperti yang aku kerjakan di
tahun lalu dengan tim produksi filmku. Akupun masih mengikuti beberapa lomba
dan berharap entah lewat lomba, perencanaan hidup yang baru, penurunan
ekspetasiku, hati dan semangat yang baru, bisa kembali membangun jembatan yang
baru, untuk menuju my dreamland dan
mewujudkan semua impianku serta menginspirasi banyak orang.
So, let’s find our silver linings
into your darkest skies….
Inilah
sekelumit asa, di tahun dan usia yang baru di balik begitu banyak kelabunya
hari yang aku jalani…Happy birthday to me
^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar