Jumat, 27 Februari 2015

Seberkas Asa di Kelabunya Langit

          Agustus tahun lalu, seorang teman merekomendasikan kepadaku sebuah film yang berjudul Silver Linings yang bercerita tentang seorang pemuda dan pemudi yang berjuang dengan latar belakang yang berbeda, untuk memenuhi impiannya, di balik keterbatasannya. Film itu meskipun, memiliki banyak kata-kata kasar untuk beberapa dialog, namun ketika kita melihatnya baik-baik, memiliki banyak pesan manis yang sangat mengugah hati dan bahkan emosi, untuk terus memiliki harapan walaupun hanya seberkas titik kecil.
            Sampai pagi, iya….sampai pagi aku dan dia mendiskusikan value ini, value yang sebenarnya tidaklah baru, namun value ini membuka pandangan dan caraku untuk terus melanjutkan impian, yang sempat aku pendam beberapa lama. Dan, ini memberiku banyak harapan bahkan idealisme yang baru, untuk aku memperjuangkan impianku bahkan passionku, di tulis menulis. Dan, aku menjadi begitu bersemangat dan optimis, untuk merancang strategi baru.
            Tiga bulan setelah kami bertemu, aku benar-benar merasakan dan mendapati banyak silver linings, bahkan untuk project film kamipun, baik aku maupun dia, menemukan banyak silver linings bahkan arah hidup kami, perlahan-lahan berubah, khususnya aku, aku yang dulu hanya ingin menjadi penulis cerita dan novel romance yang biasa, tetapi aku tahu, penulis seperti itu emang udah banyak dan udah biasa, kenapa enggak, aku memanfaatkan passionku ini untuk menciptakan sebuah karya humanis, inspiring dan itu bisa memiliki dampak positif untuk banyak orang. Screenwriter, yes…mimpi besarku adalah menjadi penulis naskah dan Riri Riza adalah role modelku, untuk itu.
            Setelah film project kami selesai, kamipun kembali ke dunia kami masing-masing dan melanjutkan kehidupan, yang diharapkan kami masih terus berkarier dan menata jalan kami untuk meraih mimpi-mimpi kami. Aku sendiri, mencari banyak pintu untuk meraih impianku ini dan aku menemukan salah satu pintu yaitu pitching forum, ujungnya adalah kami bisa membuat sebuah film pendek, yang akan ditayangkan di rangkaian acara movie day XXI festival, dengan membuat synopsis film pendek. Bertemulah kami sekali lagi, untuk mengerjakan dan diharapkan dengan ini, kami bisa membuka satu pintu, untuk menuju impian kami.
           
Namun sayangnya, kami gagal bahkan lomba film pendekpun, gagal. Sedangkan, aku memiliki resolusi, tahun depan aku bisa memiliki sebuah jalan, untuk menggapai impianku menjadi seorang penulis naskah. Memang hidup, tidak selamanya memberikanmu kemudahan, walaupun kamu sudah berada di jalur yang benar. Dan, marilah membuat planning baru….
Semakin hari, kadang aku semakin terlupa untuk terus berkaca dan melihat sisi indah dibalik sebuah kegagalan. Hari-hari yang aku jalani, kadang membuatku berasa berat dan melelahkan, bahkan pedih. Hingga, aku kehilangan identitas asliku seperti apa, yang dulu aku suka menebarkan virus semangat dan harapan, mungkin aku tetap menuliskannya, namun hatiku merasa hambar, bahkan ketika aku menuliskan tulisan ini, di hari yang bertepatan dengan bertambahnya usiaku, akupun tetap merasakan hambar. Senang, sukacita, mungkin aku rasakan namun hanya sepintas lalu pergi.
Pernah aku memutuskan, untuk tidak menulis dan berhenti memimpikan menjadi penulis, jalani saja apa adanya, kalau ada kesempatan ambillah. Akupun mengikuti arus tersebut, namun hati ini tidak bisa dibohongi, udah sakit aku malah semakin sakit. Setiap jalan yang aku rintis, satu demi satu hilang, dan aku merasa stuck, bingung mau kemana. Aku ingin pergi ke satu tempat yang seharusnya, namun jalanku untuk menuju itu sudah rubuh. Ingin berbalik, tetapi aku akan menjauhi, ingin mendekati, there’s no way!!!!
Sisi melanku, sepertinya semakin berkembang…..seperti kata salah satu temanku, menjadi rapuh bahkan down. Hingga puncaknya, aku menghapus Silver Linings-ku dan aku menjalani hidup dengan mengikuti arus. Namun, ketika aku berada di puncak itu, sebuah halilintar menerjangku, aku ditampar dengan begitu kerasnya, hingga aku menangis, karena aku berhenti untuk percaya dan berharap. Sakit, tapi aku jadi sadar. Aku jadi sadar kembali, untuk apa aku menjadi penulis, mengapa aku terus menulis, dan yang terpenting adalah mimpi serta passion. Satu hal yang selalu dikumandangkan ke aku, “Ini kah, yang namanya calon penulis yang ingin menginspirasi, untuk terus mengejar mimpi?” aku hanya bisa diam dan, ya, kalau aku berani bermimpi dan selangkah untuk mewujudkannya, aku harus bisa menyelesaikannya. Karena mimpi dan passion ini, tidaklah murah….mahal sekali harganya dan membutuhkan banyak hal untuk mewujudkannya, bahkan harus mengorbankan banyak hal sekalipun. Tidak semua orang, bisa tahu passionnya apa dan hidupnya menjadi nggak bermakna, jadi ketika kita punya passion, apa iya kita mau jadi nggak bermakna, hidupnya?
Aku terhibur dengan, satu artikelku sudah publish dan akan publish di bulan April, serta hasil keisengan dan kerinduanku akan lomba, aku akan mengikuti lomba yang diharapkan dapat membantuku, untuk membuka jalan menuju impianku yaitu menjadi seorang penulis. Tidak hanya dihibur lewat hasil karya dan lomba, beberapa hari ini aku selalu diingatkan tentang harapan, janji, menjadi kuat, tabah, tegar dan yang terpenting tidak berhenti untuk berjuang. Beberapa temanku, juga tidak pernah lelah untuk bisa terus melihat hasil karyaku, bahkan untuk novel atau mungkin film. Karena mereka percaya, aku bisa.
Di kala aku semakin dikuatkan kalau aku bisa, itu tak ayal, juga membutuhkan banyak effort dariku, entah itu tenaga, uang, keringat, pikiran, jam tidur bahkan aku harus keluar dari zona nyamanku, kepalaku yang terus pening, mata yang semakin bengkak, bahkan mungkin nggak sepaham dengan orangtua, itu harus aku jalani, mau tidak mau. Aku yang sebenarnya adalah pecinta damai, yang ingin selalu damai, nggak bisa selamanya akan terus begitu.
 Berkaca dari teman seperjuangku untuk meraih mimpi, dia memiliki passion yang kuat, daya juang yang kuat, meskipun dia harus mengalami hal yang mungkin nggak enak, tetapi dia nggak perduli, dia harus bisa mewujudkan impiannya. Iri banget, dia bisa berkarakter seperti itu dan aku nggak ingin mengulang kesalahanku untuk ke dua kali, sudah cukup hampir empat tahun, aku terperangkap di lubang yang salah, ketika saat ini aku bisa memiliki banyak kesempatan untuk memilih dan merencanakan, aku ingin memanfaatkan itu.
Kini, aku memasang statusku kembali dan berharap, aku bisa kembali mengalami Silver Linings serta mengerjakan passionku kembali, seperti yang aku kerjakan di tahun lalu dengan tim produksi filmku. Akupun masih mengikuti beberapa lomba dan berharap entah lewat lomba, perencanaan hidup yang baru, penurunan ekspetasiku, hati dan semangat yang baru, bisa kembali membangun jembatan yang baru, untuk menuju my dreamland dan mewujudkan semua impianku serta menginspirasi banyak orang.
So, let’s find our silver linings into your darkest skies….

Inilah sekelumit asa, di tahun dan usia yang baru di balik begitu banyak kelabunya hari yang aku jalani…Happy birthday to me ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar