Sudah setengah tahun, aku meninggalkan
dunia pendidikan dan mencari kemana aku akan berkarier dan berkarya. Setengah
tahun, aku isi dengan melanjutkan passionku yaitu menulis dan merencanakan
segala hal, tentu di dalamnya aku isi dengan kuliah dan berkarier sebagai
penulis. Dengan pertimbangan, aku ingin lebih produktif untuk berkarya dan
meraih mimpiku, yang mungkin bagi orang itu terlalu besar, apalagi aku belum
memulai dan memiliki apa-apa yang bisa aku jadikan modal.
But… everything has changed!!! Dua bulan
aku kabur dari Surabaya dan kembali lagi karena ingin mengikuti job fair dengan perencanaan, aku akan
tetap bersembunyi dari banyak orang (karena suatu hal), justru disinilah my dream will be begin to be come true, guys…..
Aku orang yang suka
membuat sebuah cerita, namun salah satu alasan kenapa aku belum menemukan jalan
untuk mimpiku sendiri adalah, aku menyimpan mimpiku ini hanya di dalam hati. Aku
tidak pernah menceritakan mimpiku ini, kepada siapapun, yang ku ceritakan
hanyalah pekerjaan yang berdasarkan akademisiku sendiri, aku terlalu takut
untuk menceritakan impianku yang sebenarnya apa. Dan, pasca acara itu, hanya
karena sekedar menanyakan kabar lamarannya di kompas, semuanya berkembang
menjadi satu perjalanan meraih mimpi yang menyenangkan dan mengesankan.
Perbincangan kami hanya
berawal dari lamaran pekerjaan, berkembang menjadi satu ajakan untuk membuat
film, dan terhormat sekali dipercayakan menjadi penulis scenario yang sama
sekali belum pernah aku lakukan sebelumnya. Dan itu semua, hanya bermodal
percaya dan motivasi untuk mengerjakan semua ini. Awalnya terasa aneh, kami
bekerjasama dalam satu tim, yang dimana kami belum kenal terlalu dalam, tapi
kupikir inilah kehidupan, kita tidak akan pernah tahu, kejutan seperti apa yang
akan didapatkan, di tiap bab kisahnya.
Dan hal yang ingin aku
sharekan adalah, lewat project itu aku belajar banyak hal tentang di balik
layar sebuah film. Bagaimana mengkonsep cerita, menuliskannya di dalam naskah,
membeda karakter pemain dalam naskah dan mencari orang yang bisa memerankannya.
Dalam hari H syuting, aku belajar bagaimana mengarahkan pemain agar bisa
menyampaikan dialognya dengan baik, mempersiapkan lokasi, menjaga mood pemain.
Hal yang tak terlupakan
adalah, menyusun dialog naskah hingga pagi, kebingungan mencari lokasi,
khawatirnya kami karena lokasi yang mendadak tidak jadi, mencari pemain yang
sesuai, hingga akhirnya kami merubah dialog agar sesuai dengan pemainnya. Proses
editing film yang cukup menghasilkan perasaan yang campur aduk dan aku hanya
bisa bersyukur bisa ikut hingga akhir produksi film ini, bahkan aku tidak
menyesal untuk memilih keluar dari tempat kerjaku yang dahulu.
Namun, dari semua itu….
Setelah produksi film ini, aku semakin yakin jiwaku dimana, apa passionku dan
mimpi terbesarku lewat passionku ini. Dan, aku bersyukur bisa memulai untuk
mewujudkannya lewat film ini. Pasca film itu, aku semakin semangat untuk
menulis, mencari pekerjaan yang sesuai dengan passionku, meskipun belum
menemukan dimana aku akan memulai untuk berkarier dan berkarya. Tapi, aku
selalu percaya ketika aku memiliki passion dan mimpi yang tidak merugikan orang
lain, suatu saat pasti akan ditunjukkan dimana aku akan berkarier dan berkarya.
Aku selalu berharap,
bisa berkarier sebagai penulis dan menginspirasi banyak orang lewat hasil
tulisanku, entah apapun bentuk hasil tulisannya. Meskipun jalannya akan
terseok-seok, namun sejauh ini aku cukup menikmati bidang yang membutuhkan
referensi dan perbendaharaan kata-kata yang tidak sedikit. Hidup kita hanya
sekali dan tidak akan terulang, apakah kita mau membawa sebuah sesal di akhir
hidup kita, karena kita belum atau tidak mewujudkan impian kita. Mungkin tidak
hanya sebuah sesal, namun sebuah tanya, apakah sebenarnya kita bisa mewujudkan
impian kita.
Walaupun pada akhirnya,
menulisku hanya sebuah freelance,
tapi aku akan terus setia di bidang ini, setia untuk berkarya dan berkarier,
hingga orang bisa terinspirasi dari tulisanku ini, walaupun itu hanya sedikit
saja.
Ada sebuah kalimat yang
mengatakan, tidak ada mimpi yang tidak terwujud, yang ada hanyalah kita tidak
mau mengerjakan mimpi itu, untuk menjadi nyata.
So, will you?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar