Fast and Furious 7
Finding a meaning of truly Family
Bittersweet
movies, itulah yang ada di dalam benakku ketika selesai menonton film ini.
Terlepas dari aku tahu film ini merupakan film yang di dedikasikan untuk salah
satu actor terbaik mereka yaitu alm.Paul
Walker. Aku berusaha untuk membuang jauh-jauh pemikiranku tentang hal itu,
karena aku benar-benar ingin tahu, kejutan apa lagi yang akan diberikan oleh filmmaker tersebut lewat film ini.
Film ini dibuka dengan cerita
kehidupan pribadi Toretto (Vin Diesel) dengan Letty (Michelle Rodriguez) yang
ternyata sudah menikah, namun Toretto sengaja untuk tidak mengingatkan Letty
yang di dalam cerita tersebut, karena dia mengalami sebuah kejadian yang
membuat Letty tidak ingat akan masa lalunya dan sedang mencari jati diri dia
yang sebenarnya (Lanjutan dari Fast and Furious 6) . Tidak hanya kehidupan
Toretto namun juga kehidupan dan pergolakan batin dari Brian (Paul Walker) yang
memutuskan untuk mengikatkan dirinya dalam sebuah keluarga bersama dengan
istrinya yaitu Mia (Jordana Brewster), tidak lagi mengendarai mobil balap namun
mengendarai mobil keluarga. Memiliki anak, tidak lagi ada peluru namun hidup
untuk sepenuhnya dengan keluarga. Meskipun sebenarnya dalam hatinya dan
sepanjang film berjalan, sangat nampak sekali betapa dia merindukan kehidupan
di jalanan berpacu dengan peluru, bertaruhkan nyawa dan mendengarkan deru mobil
dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Inti dan konflik cerita, dimulai
dari adegan Hobbs(Dawyne Johnson) ketika dia bertemu dengan musuh besarnya
yaitu Deckard Shaw (Jason Statham) dalam proses pekerjaannya bersama dengan
Elena (Elsa Pataky) ketika Deckard ingin mencari tahu siapa yang membunuh
adiknya yaitu Owen Shaw(Fast and Furious 6). Akhirnya, Hobbs terlibat
pertarungan bersama dengan Deckard yang pada akhirnya membuat Hobbs harus
terbaring di rumah sakit, karena terlempar keluar dari gedung yang sangat
tinggi, dan dengan efek angle kamera
terlihat bahwa Deckard mencari Han (Sung Kang).
Konflik mulai meninggi, ketika esok
harinya Dom mengunjungi Brian dan Mia yang dimana Brian akan mengantarkan
anaknya pergi ke sekolahan. Dom, melihat di perkarangan rumah Mia ada sebuah
paket besar yang Dom kira itu berasal dari Han karena berlabelkan alamat dari
Tokyo. Namun, dari sebuah telepon Dom tahu bahwa sebuah perperangan di jalanan
akan dimulai kembali, karena nyatanya itu adalah sebuah bom yang menghabiskan
rumah Mia dan nyaris mencelakakan anaknya dan kandungan Mia.
Siapa musuh yang akan dihadapi oleh
Dom diketahui, setelah rekannya Elena yang merupakan istri dari Hobbs menelefon
bahwa Hobbs ingin bertemu dengan dirinya di sebuah rumah sakit. Singkat cerita,
Dom mengunjunginya dan Hobbs menceritakan apa yang terjadi dengan dirinya dan
keberhasilan Dom beserta crewnya di London tidak serta merta membuat kehidupan
mereka bisa “Santai” namun ternyata harus membuat masalah baru yaitu Deckard
Shaw mengincar mereka terutama Dom. Setelah mendapatkan pesan dari Hobbs untuk
tidak gagal dalam mengagalkan rencana Deckard untuk membunuh satu persatu crew Dom, Dom segera pergi ke Tokyo
untuk membawa pulang Han.
Namun, disini bisa terlihat rasa
persaudaraan yang begitu mendalam antar anggota Dom yang dari serial awal
mereka bersama hingga serial tujuh ini. Begitu tiba di Tokyo setelah melalui
beberapa balapan dan bertemu dengan Sean
Boswell (Lukas Black) dan teman Han yang ada di serial Tokyo Drift, Dom
tidaklah menemukan Han namun mendapatkan kalung salib yang Dom berikan kepada
Han dan juga foto Giselle, karena Han telah meninggal di tangan Deckard yang
berpararel dengan adegan rumah Brian hangus karena di bom oleh Deckard.
Semakin
geramlah Dom dan dia berjanji, akan melakukan hal yang sama kepada Deckard. Hal
yang telah dia lakukan kepada keluarga Dom. Setelah menghandiri pemakaman Han
bersama dengan keluarga Dom yang lain, di situ juga ada Roman (Tyrese Gibson),
Dom merasa bahwa dia juga diikuti oleh Deckard, dan hal itu membuat Dom
mengejar Deckard. Untuk pertama kalinya mereka bertemu dengan Deckard di sebuah
terowongan dan bertarung. Dalam pertarungan itu, pertarungan mereka akhirnya
digagalkan oleh sekelompok agent yang dipimpin oleh Mr. Nobody (Kurt Rassel).
Dimana agent tersebut menawarkan sebuah bentuk kerjasama yang sama-sama
menguntungkan.
Setelah
dibawa ke markas agent tersebut, Mr.Nobody menjelaskan bentuk kerjasama apa dan
misi apa yang harus Dom selesaikan tentunya bersama dengan keluarga Dom.
Misinya adalah merebut kembali angel eyes
dan juga agentnya yaitu Ramsey (Nathalie Emmanuel). Dompun setuju dan disinilah
jiwa dari film ini akhirnya muncul, berpacu di dalam jalanan, strategi dan juga
solidaritas. Tidak lupa, tingkah konyol yang diwarnai oleh Roman dan Tej yang
menjadi bumbu menarik dalam penyelesaian kedua misi besar ini. Oh ya, ketika
Dom dan keluarganya bertemu di markas Mr.Nobody, Dom kembali bertemu dengan
Letty, soulmatenya yang pada adegan awal tadi, berpisah karena terjadi sebuah
konflik diantara mereka. Dan, akhirnya mereka kembali lagi bekerjasama.
Misi
diselesaikan dengan dibuka oleh adegan mobil yang terjun dari sebuah pesawat
dengan ketinggian yang sangat tinggi, dan mendarat dengan suksesnya di sebuah
bukit. Menangkis peluru, adegan Brian melompat dari mobilnya untuk bisa masuk
ke sebuah truck yang menyandera Ramsey dengan akhir, Brian harus nyaris
terjatuh ke sebuah jurang. Namun, disinilah adegan yang begitu menarik, dia
berjuang untuk bisa keluar dari truck, mendaki kap depan truck dan berlari
meninggalkan truck itu sebelum jatuh. Fiuhh, akhirnya Brian berhasil.
Tidak
hanya Brian yang harus mengalami kejadian mengerikan, Domminic ternyata dikejar
oleh Deckard dan juga Jakande yang mengincar Dom juga. Namun, Domminic berhasil
lolos meskipun harus mempertaruhkan hidupnya dengan cara lompat menuju jurang
dan berhasil diselamatkan oleh keluarga Dom, meskipun itu harus membuat Ramsey
mengalami shock.
Yeah,
perjalanan mereka untuk bisa mendapatkan angel’s
eyes tidak mudah dan harus semakin jauh mereka berpetualang, karena Ramsey
menitipkan angel’s eyes itu di
temannya yang ada di Abu Dhabi. Pergilah mereka ke Abu Dhabi, dan bukan Dominic
namanya jiga tidak membuat sebuah “kejutan” yang menonjolkan dirinya. Angel’s eyes itu ternyata sudah dijual
kepada seorang miliader di Abu Dhabi dan ditaruh di dalam sebuah mobil yang
harganya puluhan juta dolar amerika serikat dan mobil itu stocknya hanya ada
tujuh. Bisa bayangkan, betapa kayanya miliader itu. Dan, jika mereka ingin
mengambilnya, mereka haruslah menyusup ke dalam apartement dia esok hari,
karena akan ada sebuah semacam privat
party yang bisa dihadiri oleh semua orang yang ada disana.
Disinilah
Tej beraksi dengan Ramsey, untuk menyadap keamanan apartemen miliader itu. Dan,
Brian serta Dom akan mengambil chip itu di mobil milik miliader. Sedangkan
Letty, akan memutus jaringan keamanannya yang ada di kamar pribadi miliader.
Namun, gerak-gerik Letty diketahui oleh bodyguard cewek (keren ya) dan rencana
mereka nyaris digagalkan oleh bodyguard itu. Karena sudah dikejar waktu,
ketangkap besah, mau tidak mau mereka harus kabur. Dan disinilah, sisi “pembuat
kejutan” Dominic muncul dan itu keren banget. Ketika mereka tidak bisa
mengambil chipnya, maka ambil saja mobilnya. Disinilah, keraguan Brian akan
mobil tidak bisa terbang terhapuskan. Karena mobil itu tidak bisa keluar dari
apartemen dengan sopannya, maka mobil itu akhirnya keluar dengan liarnya, yaitu
terbang melewati tiga gedung apartement (disinilah rasa ingin tahuku muncul,
bagaimana sang director yang
bekerjasama dengan editor dan department yang menghandle adegan ini,
bekerjasama untuk menciptakan adegan ini). Karena rem mobil itu blong, maka,
mau tidak mau mereka berdua harus meninggalkan mobil ini agar tetap selamat.
Setelah Brian mendapatkan chip itu, maka Dom merelakan mobil mahal itu terjun
dengan indahnya hingga rusak ke lantai paling dasar. Dan, misi mereka selesai. Karena
Dom dkk, berhasil mendapatkan chip
dan Ramsey.
Lalu
bagaimana dengan Deckard? Wait…inti
film ini barulah dimulai sebenarnya. Setelah Mr. Nobody mendapatkan kedua itu,
dia menyerahkan chip itu kepada Dom
dan mengambil alih tugas Mr.Nobody untuk menggerakkan pasukan agent
berkerjasama dengan Dom. Setelah Ramsey melacak keberadaan dari Deckard, Dom
dkk ditambah dengan pasukan dari Mr.Nobody bergerak untuk mengepung dan
menghabisi Deckard. Sebenarnya waktu scene ini, sempat muncul kekecewaan apakah
film ini akan berakhir hanya dengan cara seperti ini? The easiest ways? What?
Yang bener ajaa? Karena berdasarkan sekuel sebelumnya, cara mereka untuk
menyelesaikan film ini benar-benar perang jalanan, karena berada di jalan entah
itu dengan mobilnya ataupun fisikly. Tapi, inilah yang membuat aku begitu cinta
dengan film berkarakter manusia bukan robot. Simak saja terus ulasanku ^^
Director dan writer menghapus
kekecewaanku dengan cara, tertembaknya Mr.Nobody dan agentnya yang membawa angel’s eyes. Dominic yang memiliki rasa
cinta dengan keluarganya, menyelamatkan Mr.Nobody dan memilih untuk segera
meninggalkan gudang tersebut serta memerintahkan Brian untuk tidak perlu
mengambil angel’s eyes yang
tergeletak di ruangan persembunyian Deckard Shaw. Karena keberlangsungan hidup
Mr.Nobody lebih penting, meskipun mereka tahu ketika angel’s eyes ada di tangan Shaw, terbaliklah posisi mereka.
Awalnya, Dom dkk yang menyelidiki dan memburu Shaw maka sekarang Shaw dan
pasukannya yang memburu Dom dkk.
Mr.Nobody
akhirnya meninggalkan Dom dkk untuk berobat dan menitipkan selama Ramsey masih
hidup, mereka masih aman. Dan cara Dom untuk membalaskan dendam kepada Shaw
kembali ke style lama mereka, mungkin
mereka tidak memiliki chip itu dan alat-alat yang memungkinkan untuk melumpuhkan
Shaw dkk. Tapi, selama mereka masih memiliki jalanan, itu sudah cukup. Dan aku
setuju, karena inilah uniknya FF dibandingkan dengan cerita tentang balapan
mobil yang lain, hingga aku bisa jatuh cinta sama film ini, meskipun film ini
bukanlah style filmku.
Singkat
cerita, setelah mengalami pertarungan dan berburu dengan peluru (seperti apa
yang dirindukan oleh Brian), Brian dkk berhasil meretas sistem lacak dari angel’s eyes. Dan, penyelesaian inti
dari film ini, ada di adegan Dom bertarung dengan Shaw dengan cara jalanan.
Bermodalkan alat untuk memodifikasi mobil (style
anak otomotif banget). Sebenarnya agak sedikit kecewa karena Shaw berhasil mati
tidak murni dengan tangan dari Dom, tapi juga dibantu oleh Jakande yang
ternyata berkhianat dengan Shaw dengan cara membom gedung tempat Dom dan Shaw
bertarung. Terjadilah sebuah keretakkan dan dimanfaatkan oleh Dom, untuk
membuat patah tempat Shaw berdiri yang membuat dia terlempar hingga akhirnya
mati.
Tidak
selesai dari situ, akhir dari cerita film ini mengangkat sisi kekeluargaan dan
rasa cinta Dom dengan keluarga garasi Dom. Ramsey dan Letty yang ada dalam
bahaya, karena diserang oleh Jakande. Dengan mengejar waktu dan sebelum gedung
itu ambruk, Dom keluar dan berusaha untuk melemparkan bom yang sudah dia bawa
ke pesawat milik Jakande. Bom itu berhasil menyangkut di pesawat Jakande, namun
sayangnya Dom tertimbun gedung karena tidak sempat keluar dan Dom tidak
sadarkan diri. Hal ini membuat Letty sedih dan ingat akan apa yang sudah
terjadi antara Letty dengan Dom.
Dom
mati? Awalnya aku mengira begitu dan sedih, karena selain sudah kehilangan Paul
Walker, film FF pasti akan berbeda tanpa adanya Dom, secara dia leader. Tapi, twist yang sebenarnya sudah bisa ditebak, dia masihlah hidup dan
mereka hidup bahagia. Dan, aku juga senang, karena Dom masihlah hidup. Ya
iyalah wajar, nggak mungkin banget, tokoh utamanya mati.
The last scene, it was make me standing
applause for director, DOP and writer. Sangat indah sekali namun
menyakitkan. Adegan perpisahan yang sangat personal antara Dom dengan Brian.
Karena Dom menyadari bahwa sebenarnya yang terpenting untuk Brian, adalah
keluarganya, meskipun dia harus berhadapan dengan peluru, jalanan dan nyawa,
hal yang terpenting adalah keluarga. Hingga, hal itu membuat Dom untuk pergi
tanpa pamit, meskipun Brian akhirnya mengejarnya dan mendapatinya di lampu
merah. Mengingatkan akan awal mula mereka bertemu di serial awal FF, hingga
membuat Brian menjadi saudara Dom. Dan, mereka akhirnya sama-sama menyetir
menyusuri jalanan yang diiringi dengan Voice
Over dari Domminic, tentang perasaannya kepada Brian, walaupun sudah pergi
jauh, miles away, Brian tetaplah
saudaranya, hingga mereka berpisah di persimpangan. Ending yang indah meskipun
simple (tapi kalau aku berada di posisi writer
itu, apakah aku bisa menciptakan adegan seindah itu?) namun menyakitkan, it was make me cry a lot. Hingga, aku
pribadi bisa merasakan kesedihan dari sutradara, penulis, DOP, bahkan Dom.
Namun
setelah ku pikirkan lebih jauh, adegan ini membuatku bertanya, yang aku sendiri
tidak tahu, apakah pertanyaanku ini konyol atau tidak. Bagaimana kelanjutannya
film ini pada nantinya? Meskipun aku tahu, secara person as a character on film, masihlah ada. Tapi, jiwa asli sang
paul walker, apakah akan tetap sama? Karena bagiku pribadi, Paul Walker
tetaplah Paul Walker, tak akan tergantikan. Pemikiran inilah yang membuat aku
menantikan, kelanjutan dari sekuel ini. Dan, relasi yang dalam antara Brian dan
Dom, apakah akan masih terasa? I just can
wait and see at that’s time.
Terlepas film ini sebagai bentuk tribute mereka
untuk Paul, ada adegan romance, fight,
drive. Bagiku film ini, bukanlah film yang hanya bicara tentang speed, mission, strategy, rival, balas
dendam tapi KELUARGA dan relasi. Mungkin Dom, bisa memilih untuk tidak perlu
balas dendam, Brian tidak perlu join kembali dalam misi ini tapi karena ini
menyangkut tentang keluarga, maka mereka dengan rela hati untuk melakukannya
bahkan hingga bertaruh nyawa. Quote-quote
Dom yang terselip dalam dialognya, tentang keluarga, sangat makin mengentalkan
sisi humanis film ini tentang keluarga dan apa makna keluarga untuk Dom, hingga
dia mau bertaruh nyawa untuk misi ini. Hal ini juga sangat terlihat jelas dari scene awal film ini, Brian yang memilih
untuk berkeluarga, Dom yang rajin mengunjungi adiknya Mia dan iparnya Brian,
Dom yang pada akhirnya menikahi Letty, Han yang begitu sedih kehilangan
pacarnya. Roman dan Jet, meskipun dengan gaya konyolnya dan sempat ragu,
memilih untuk join juga di misi ini. Hal-hal itulah yang membuat, sisi humanis
keluarga dan relasi, begitu kental. Bahkan dalam adegan fight dan penyelesaian misi mereka, sangat kental sekali.
Setelah aku membaca dan melihat beberapa artikel,
tentang di balik layar “pengadaan” Paul Walker, saya salut dengan produser, director, editor, DOP, cast department karena berhasil membuat
Brian “ADA” dalam film ini. Wajar juga sih, SDM dan SDT(Sumber Daya Teknologi)
mereka mumpuni banget. Dan hal inilah, yang makin membuatku penasaran dan
mendorongku untuk bisa belajar film di luar negeri. Crew film disana, layaknya TUHAN, bisa menciptakan yang tidak ada
menjadi ada, sama persis. Serta adegan-adegan, yang aku kemarin pikirkan, kalau
itu dilakukan oleh SDM Indonesia, apakah mungkin untuk dilakukan? Dan apakah
masih selamat? Hahaha…*sinis mode on*
Standing
applause for those behind this movie, you did amazing job. And I will miss the
truly of Paul Walker, I’m so sure, you proud and happy after watch it up there
^^